Selasa, 12 November 2013

Park Bo Young - My Prince | A Werewolf Boy OST (Lyrics and English Translation)

 

[Romanization]
bamsaedorok changbakke haenimi tteugil gidaryeoyo
achimi omyeon geu saram mannal su isseunikkayo
gomawoyo nae son jabajwoseo gomawoyo nae nun barabwaseo
gomawoyo naega geurideon wangjanim ireoke nae ape natanajwoseo

haru jongil haneure dallimi tteugil gidaryeo
hanbami omyeon dangsingwa iyagihal su isseunikkayo
itjimayo uriui yaksogeul itjimayo uriui bimildeureul
itjimayo naega dangsinui nunbiche eolmana gaseumi ttwieosseonneunji


[Translation]
All night, I wait for the sun to rise out the window
Because when morning comes, I can meet that person
Thank you for holding my hand, thank you for looking into my eyes
Thank you, my prince that I’ve dreamed of, for appearing before me

All day, I wait for the moon to rise in the sky
Because when night comes, I can talk to you
Don’t forget our promise, don’t forget our secrets
Don’t forget how my heart raced when you looked at me


 http://envilia.wordpress.com/2012/12/09/lirik-lagu-park-bo-young-my-prince-a-werewolf-boy-ost/

Rabu, 16 Oktober 2013

Curhatan MaBa

ini memang pilihanku. pertama dan satu-satunya. tapi, mengapa begitu sulit menjalankannya? memang, mereka sebelumnya telah mengingatkanku untuk berpikir dua kali ketika aku memilih jalan ini. juga tentang konsekuensinya. ya, mungkin ini juga karena pikiran kanak-kanakku. yang selalu berpikir bahwa dunia selalu indah dengan pelangi yang menghias.

entah, rasanya ingin sekali menyerah, mundur dan berjalan pulang. namun bayang-bayang mereka yang tak lelah menyemangatiku serasa menghasutku untuk terus bertahan, walau untuk tetap berdiri diam saja rasanya sulit.

aku tidak menyesal memilih ini. hanya saja, aku belum siap dengan segala konsekuensinya. mungkin aku memang mampu, tapi aku belum mendapatkan 'tempat duduk' yang nyaman untuk menikmati dunia yang baru ini.
segalanya baru, teman, senior, dan yang pasti pelajarannya.

tentang teman, hahaha. mungkin hanya tawa kosong yang bisa aku berikan sebagai jawaban. bagaimanapun, ini baru satu bulan, kan? baru sepersekian yang kau temui. masih banyak yang tersembunyi disana..

mungkin kalian tertawa-tawa saat membaca tulisan ini, tapi kalian belum pernah benar-benar ada di posisiku, kan? :')

Minggu, 23 Juni 2013

sesal

ini memang bukan curhatan baru, tapi rasanya masih ada sampe sekarang. setahun, singkatkah?

aku trauma dengan panggilan sahabat. bukan 'persahabatannya', tapi pada bagian memanggil seorang sahabat dengan sebutan itu. aih belibet banget kamu zul -_- intinya aku takut 'menganggap' seseorang sahabatku, lalu menyapanya dengan sapaan 'sahabat'.

karena, siapa yang tau bahwa keesokan harinya adalah hari dimana kamu kehilangan orang yang kamu anggap 'sahabat' itu? :"""

aku pernah ngalamin ini.

cukup lama memang kami dekat. saling berbagi kisah kami masing-masing setiap harinya. aku memang tak pernah menyapanya dengan kata 'sob', 'bat', atau sapaan lain. bukankah yang terpenting dimana aku meletakkan dia dalam 'daftar orang-orang yg penting dalam hidup zulfa' ? aku selalu menganggapnya sahabat, bahkan sahabat yang paliiiing berharga. tapi, itu hanya kusimpan dengan rapi di dalam benakku. terserah juga dia menganggapku yang sebaliknya atau tidak. itu urusan masing-masing kan?

zulfa nglantur -_-

alesan aku nggak mau manggil seseorang itu dengan sebutan sahabat, karena aku takut itu menjadi kali pertama dan terakhir  aku menyapanya demikian. menjadi satu penyesalan  yang berbekas lama.

dan hal ini terjadi
entah kenapa aku (dulu itu) akhirnya nganggep dia sahabatku dengan kata-kata, terang-terangan. dan yang terjadi, nggak lama setelah itu dia step by step mundur, menghilang. jleb sekali, sebuah pukulan telak untuk zulfa.

makanya zul, lain kali, tepatin janjimu ya :'))

sekarang, kamu dimana, 'tempat sampah'ku?

Jumat, 14 Juni 2013

Memaksakan jalan cerita - Tere Liye

Manusia itu tidak pernah tahu pasti apakah seseorang itu akan baik atau tidak baginya. Tidak bisa. Manusia itu paling mentok hanya bisa menduga, kayaknya baik, mungkin baik, sepertinya baik.

"Lantas, kenapa setiap hari, di mana2, orang2 tetap saja galau, ngotot, maksa. Bahkan berdoa menyuruh Tuhan, "Ya Allah jadikanlah dia milikku." Itu jelas jenis doa yang mengatur2 Tuhannya. Apakah kita ini sudah naik derajatnya jadi maha tahu? Tahu mana yang baik, mana yang tidak bagi kita?"

Aduhai, my dear anggota page, selalu pahami rumus ini: hal2 yang kita sangka baik belum tentu baik bagi kita, boleh jadi itulah pilihan terburuk. Dan hal2 yang kita sangka buruk, belum tentu buruk, boleh jadi itulah pilihan terbaik, pilihan yang membawa selamat dunia akherat. Apa susahnya sih memasang rumus ini dalam hati kita? Jadikan salah-satu filter, saringan. Biar kita bisa berpikir lebih sehat.

Perasaan ke seseorang itu sejatinya hanyalah salah-satu cabang dari keinginan. Dan sama seperti keinginan lainnya, posisinya tidak berubah jadi lebih mulia karena bentuk, pun karena substansi yang mengada-ada. Orang2 bilang, saya ingin kaya agar saya banyak sedekah, maka itu logika terbalik. Orang2 bilang saya ingin berkuasa agar saya bisa berbuat baik lebih besar, itu juga logika terbalik. Karena banyak orang2 yg miskin, sedekahnya tetap banyak. Pun orang2 yg biasa2 saja, bermanfaat lebih luas dibanding seorang raja. Ya Allah, jadikanlah dia milikku, karena cinta kami suci, agar bisa membawa jalan kebaikan. Ini juga logika terbalik. Memangnya kalau atas nama cinta, permintaan ini jadi lebih sakral? Mulia? Tidak sama sekali. Jangan memberi syaratlah. Kita tetap bisa menjadi jalan kebaikan, tanpa harus bersama dengan seseorang, apalagi jika ternyata kemudian malah bermain2 dengan perasaan, menikah tidak, maksiat iya. Jalan kebaikan mana? Nyasar.

Saya tidak akan membawa tulisan ini ke logika rumit, apalagi menutup diskusi dengan hakikat cinta sejati kepada Allah. Saya akan membawanya lebih membumi bagi kita semua, dan semoga itu bermanfaat.

1. Jangan bermain2 dengan pintu perasaan. Sekali kita buka, maka kalian memberikan posisi kuda-kuda yang sangat rentan. Jangan mudah percaya omongan manis, bilang serius, kaulah satu2nya, kaulah yang terakhir. Jangan terpesona dengan tampilan orang lain, keren, lulusan manalah, alim, saleh. Omong kosong. Dalam hidup ini, hanya satu momen saja kalian bisa membuka pintu perasaan: ketika kalian datang dilamar. Itupun tidak usah berlebihan, karena banyak yang tidak jadi nikah meski gedung sudah dipesan, undangan sudah disebar.

2. Selalu gunakan pemahaman di awal tulisan ini, kita tidak tahu mana yang terbaik. Berdoalah kepada Allah, minta dibukakan penjelasan lebar2. Bertanyalah ke orang tua, apakah ini baik atau tidak. Bertanyalah pada teman dekat yg bisa dipercaya, apakah orang itu baik atau tidak. Ketka kita tidak tahu, pendapat orang akan sangat berguna. Nah, di dunia nyata sana, situasi ini terbalik total. Jutaan orang2 yang jatuh cinta, malah menutup pintu pendapat orang lain. Jutaan orang2 yg jatuh hati, malah merasa dia bisa mengurusnya sendiri. Orang tua tidak didengar, teman baik apalagi, ditinggal, asyik dengan hubungan baru.

Itu memang betul, kadang orang tua kita tidak setuju, tapi pahami dari sisi positifnya: kalau begitu, saatnya membuktikan, menguji, apakah yg kita yakini itu memang baik. Bicarakan baik2, bentangkan semua yg kita ketahui. Orang tua kita itu juga manusia, mereka jelas punya pengalaman, punya logika. Ini malah bermanfaat, beda pendapat dengan orang tua membuat kita dibantu berpikir. Bukan sebaliknya, merajuk, merengek, ngirim email ke tere liye, curhat panjang lebar sudah kayak novel, minta solusi. Well yeah, hentikanlah email2 itu, hidup saya sudah rumit tanpa harus mendengarkan curhat orang2 yg jatuh cinta (dan setiap hari semakin banyak saja emailnya).

3. Jika ada masalah, maka boleh jadi itu sumber pemahaman yg baik. Kalian tahu, orang2 yang jatuh cinta, tetap bisa menjaga kehormatan perasaan, maka bukan berarti akan seperti Ali dan Fatimah, perintah menikahnya langsung datang dari Allah. Level kita jauh dari mereka. Masalah akan muncul silih berganti. Mengendalikan perasaan menjadi rumit. Tapi itu momen2 terbaik untuk menguji ulang, re-test, memastikan apakah kita memang suka atau tidak, mengumpulkan hipotesis, baik atau tidak.

Berapa lama sih kalian galau? Baru sehari? Baru seminggu? Aduh itu sih sebentar, kalian tahu, rata2 gelombang besar yg disebut cinta itu hanya 3-4 bulan. Lewat dari itu, biasa2 saja tuh. Jadi, sebelum kalian tiba2 berubah jadi tidak waras, tumpah berceceran kemana2 curhatnya, setidaknya tunggu selama 3-4 bulan. Boleh jadi juga sembuh sendiri, sudah tak cinta lagi, biasa saja tuh. Karena kalau kalian bertingkah aneh2, silahkan tanggung resikonya: cinta itu persis seperti semak belukar, dicabut satu, tumbuh sepuluh. Dibakar habis, malah melebar kemana2 tunas barunya tumbuh. Ketika kalian malah genit, berlebihan, sudah kayak Romeo-Juliet, maka bersiaplah terjebak dalam siklus perasaan bertahun2--yang jelas tidak banyak manfaatnya kecuali kalian mau jadi pujangga. Padahal sumber masalah ini awalnya kecilll sekali, hanya tatap muka selintas saat bertemu di depan kampus.

Semua orang berhak atas kisah cinta yang mengesankan. Tapi pastikan, kita memiliki pemahaman baik agar kisah cinta itu terjaga dengan baik. Ingat baik2, 20 tahun lagi, kalian akan tertawa cengengesan mengenang semua masa remaja/usia sekolah dulu. Selalu demikian.

Rabu, 15 Mei 2013

ndak tau ini aku kenapa....

“Takut kalau aku membuka mata dan ternyata ini hanyalah mimpi, aku tak berani membuka mataku.” - Kang Maru

"Setiap orang memiliki kenangan yang tak dapat dihapus, tak peduli seberapa kerasnya mereka mencoba.” - Seo Eun Gi

"jika kenangan itu hilang, maka buat saja kenangan yang baru." - Choco

“Letting go of someone, and Letting go of someone, and also giving up on someone… I learned that this too was love. That it’s a bigger love than having them. And so, for this reason, I can be happy. Kang Maru taught me that." - Park Joon Ha

from Nice Guy. sayang nggak bisa nonton langsung, sayang cuma bisa baca sinopsisnya aja :(