Tampilkan postingan dengan label curhatku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhatku. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Maret 2015

Rabu, 10 Desember 2014

MV #2


I'll love you for a thousand more.. 

Minggu, 05 Oktober 2014

hai, apa kabar?
aku sangat merindukanmu. merindukan kebersamaan kita, keceriaan kita..
betapa aku sangat berharap semua tawa itu terulang lagi.. tapi kita sama-sama mengerti, hal itu takkan pernah terjadi, kan? mungkin saja esok hari tawa itu kembali, tapi tak kan pernah bisa sama persis seperti kemarin, kan?

apa hanya aku yang begitu merindukan kita yang dulu?

betapa aku berharap kita masing-masing melupakan semua hal buruk yang sedang dan telah kita lewati. bukankah kita keluarga? kita masih memiliki satu rumah untuk kembali pulang, kan?

terimakasih untuk pernah ada dan memberiku banyak pelajaran dan kesempatan untuk berproses; melalui suka dan duka. maaf karena belum ada satupun kebaikanmu yang bisa aku balas.

aku akan tetap sayang kita, apapun yang terjadi ({})

untuk keluarga kecil yang telah menemani lebih dari setengah tahun ini
*lagi alay*

Sabtu, 20 September 2014

Hujan di Bulan Juni


Minggu, 20 Juli 2014

*semangat*

Add caption

tempel dimana-manaaa... buat sugesti :')
bismillah.. bentar lagi masuk semester 3. kudu semangaaaat!! ^^9 kalo suatu saat ada yang lihat zulfa ga semangat, boleh kok dijitak :'3

Curhatan (mantan) Maba : Deretan Huruf

kupandangi deretan huruf yang tercetak kapital dalam layar laptopku. ada empat macam huruf tertera jelas disana. deretan huruf yang sudah kutebak jauh-jauh hari sebelum mereka mulai satu demi satu muncul di halaman ini. ya, yang kini sedang kubuka adalah portal akademik, yang akhir-akhir ini sering kubuka hampir sesering aku membuka akun sosmedku. yang memunculkan sesal yang kini memenuhi dadaku.
"ini kan sebanding dengan besar perjuanganmu di semester ini, kan?". begitu hatiku berkata. dan aku mengiyakannya. memang, semester ini semangatku tidak setinggi semester yang lalu. entah karena ditelan beberapa kegiatan yang sebenarnya tidak begitu menyita waktuku, atau karena hal lain. atau aku mulai putus asa? entahlah. semakin aku memikirkannya, semakin deras makian yang kutujukan tak lain pada diriku sendiri. kamu bodoh, zul! seharusnya kamu bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk mengenyam bangku kuliah, apalagi di UGM! universitas yang tidak semua orang bisa memasukinya. kamu lihat sendiri kan, bagaimana teman-temanmu berjuang sekuat tenaga hanya untuk memiliki satu kursi di universitas ini. seharusnya kamu lebih bersyukur, zul! belum lagi beasiswa yang kau dapatkan. dengannya kau bisa sedikit memberi nafas lega kepada kedua orangtuamu. nikmat-Nya yang mana lagi yang kamu dustakan, zul?
aku benar-benar tidak punya nyali untuk memberitahukan hasilku di semester ini. deretan huruf yang kuperoleh di semester lalu, yang apabila dibandingkan dengan saat ini masih jauh lebih  'indah' saja, sudah cukup untuk melukis raut kekecewaan di wajah ibuku.
dan aku dengan bodohnya, malah semakin memperburuknya.
aku benar-benar tidak memiliki nyali. menghadap dpa pun rasanya malu.
aku harus mulai menyusun nyali, atau mungkin bisa dibilang 'topeng' untuk menutupi rasa  malu ini. dua hari lagi, akan ada buka bersama satu angkatan (yang sebenarnya kakak kelas) di SMA. kemungkinan besar, atau bahkan malah pasti, guru-guru akan diundang ke acara itu. aku malu menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan dilontarkan kepadaku. apalagi oleh pak Sapto,guru matematikaku semasa SMA. beliaulah yang banyak memberi dukungan dan beliau merupakan salah satu motivasi terbesarku untuk memilih jalan ini. agak ke-gr-an sih sebenarnya. hahaha. tapi semoga saja mereka sudah melupakanku. aku malu, belum bisa membanggakan almamater tercinta walau 'hanya' lewat deretan huruf itu.
maaf pak, bu..

Jumat, 21 Maret 2014

"Kadang kita lupa"

Ketika seseorang hadir dalam hidup kita, 
Bukan berarti dia akan selalu bersama kita
Kadang kita lupa,
Boleh jadi tujuan terbesarnya adalah agar kita belajar
Dari hal menyakitkan dan menyenangkan
Saat dia telah pergi kemudian

Ketika sebuah masalah melingkupi kita
Bukan berarti kita bisa mengatasinya segera,
Seperti minum obat langsung cespleng
Kadang kita lupa,
Boleh jadi tujuan terbesarnya adalah agar kita bersabar
Menjadi lebih kuat dan kokoh
Untuk menghadapi masalah lebih besar lagi
Banyak sesuatu yang terlihat
Tapi sejatinya bukan demikian kelihatannya
Seringkali sesuatu yang kita pahami
Namun sesungguhnya tidak begitu hakikatnya
Misalnya,
Jatuh cinta itu kadang memang mudah
Tapi menjaganya abadi adalah sejatinya
Cinta pertama itu memang indah
Namun cinta terakhir selama-lamanya adalah hakikatnya
Semoga kita tidak melupakan yang satu ini.

Rabu, 12 Maret 2014

:)


terimakasih telah bersedia mendengarkanku, sahabat :)

entah

entah siapa yang berubah
mereka yang berbeda atau aku yang tak lagi sama?

entah aku yang terlalu sensitif atau memang dia yang seperti itu sejak awal
aku benci terus diperlakukan seperti ini. antara ada dan tiada.
aku merindukan masa laluku. masa sekolah menengah atas-ku
aku ingin merasakan hangat persahabatan disini.
yang satu dan yang lain saling mencari. bersama.
bercerita, lalu tertawa dan menangis bersama.

entah, mungkin aku yang tak ingin lekas terlepas dari masa lalu.
mungkin aku rindu kalian...

Lobi Milan, 12 Maret 2014.


yang-tak-terlihat.

Selasa, 11 Maret 2014

Rasa Hari Ini

terkadang ada satu waktu dimana aku merasa sendiri ditengah keramaian. juga saat ribuan tanya menyerbu tanpa ba-bi-bu. aku diam. tak ingin menjawab walau satu. otakku terlalu sibuk menyimak hingar-bingar dan celoteh tawa diluar sana. aku lelah, aku ingin hilang. melenyap, ditelan senyap yang kucipta sendiri. daripada terus merasa dianggap ada. berbicara tanpa didengar. lalu tertawa dan terisak pada sosok dicermin. sendiri.
aku lelah, aku ingin hilang...

Jumat, 7 Maret 2014 ; Selasa, 11 Maret 2014. Perpustakaan FMIPA UGM. didepan diktat kalkulus II.

Minggu, 16 Februari 2014

cinta?

Sahabat dan Cinta

adalah dua kata yang sangat 'keramat', menurutku. Dua kata yang saling bergandengan walau hanya segelintir orang yang dapat memahami makna dibalik keterikatan antara dua kata ini. Persahabatan, tak akan tercipta tanpa cinta yang mengikat antar dua insan menjadi satu jiwa. Cinta juga lah yang terselip dibalik kata "kamu kenapa?" dan trersirat dibelakang senyuman ceria persahabatan. Eits, tapi tunggu dulu. Cinta yang aku maksud disini bukan 'cinta' layaknya cinta sepasang kekasih, lho. 'Cinta" disini lebih luas maknanya. Namun pada postinganku ini, yang aku maksud lebih banyak mengarah kepada 'cinta' antara sepasang (atau lebih) sahabat.

Aku pribadi, mencoba untuk berhati-hati dalam menempatkan dua kata ini -cinta dan sahabat- dalam kehidupan sehari-hariku. Banyak hal yang belum aku ketahui dari 16 tahun hidupku di dunia ini. Sebelumnya, aku hanya melihat dalam lingkungan sekitarku, hanya ada orang-orang baik dan tulus terhadapku, juga kehangatan cinta yang tak pernah berhenti terpancar dari senyuman yang mereka ulaskan kepadaku. Orang-orang itu tak lain adalah kedua orang tuaku, adik kakakku, guru-guruku, serta teman-temanku. Ya, itulah segelintir pikiranku saat aku masih kanak-kanak, saat dunia belum menampakkan sisi lainnya terhadapku.
Dan seiring berlalunya detik, sedikit demi sedikit aku mulai menyingkap hal-hal baru dalam kehidupanku ini. Tentang takdir yang tak selalu indah, tentang hujan yang tak terduga kapan turunnya, tentang orang-orang yang tak sepaham dan menentang. Tentang senyum palsu untuk menopengi keburukan hati. Selain itu, aku juga menemukan warna lain yang lebih indah dari mejikuhibiniu pelangi. Warna yang keajaibannya sukar untuk dideskripsikan karena terlalu indahnya. Warna itu adalah sahabat...

#latepost

Aku tanpamu, butiran abu~

Seperti biasa, kamis malam kemarin (13 Februari 2014) aku internetan. Niat awal sih KRS-an, tapi ujung-ujungnya malah twitteran haha. pas lagi asyik stalking, sekitar jam 10-an, ada yang ngetweet kalo Gunung Kelud meletus. aku baca sih, tepatnya jam 22:49. Heboh itu timeline. habis ada kabar itu, aku ganti mantengin kabar terbarunya Gunung Kelud. ngeri deh pokoknya. nah pas sekitar jam 11an, aku beberapa kali denger suara kayak suara gemuruh gitu, yang awalnya aku kira itu suara petir. tapi ternyataaaaa itu suara dr gunung kelud :| nggak habis pikir, jogja-kediri kan jauuuuuuh. kalo disini aja lumayan jelas suaranya gimana yang disana ya...
Kira-kira jam 3 pagi aku baru bisa tidur. *salah siapa siangnya minum kopi -___-* itupun di merem-meremin. << ini bagian paling penting :p Oya, jam segitu suara gemuruhnya udah nggak kedengeran lagi dari sini. nggak tau apa erupsinya udah selesai apa gimana.
***
paginya aku kebangun gara-gara ibuku heboh dikamarku. hujan abu, katanya. ibuku bingung mau belanja buat sarapannya gimana :| #duh. aku yang biasanya kalo dibangunin kadang tidur lagi, kali ini mendadak langsung bangun dan melek. dari jendela yang semaleman sengaja nggak aku tutup, langitnya masih gelap. kayak jam 5-an lah. lah, masih gelap gini ngapain ke warung, pikirku. seolah tau apa yang aku pikirin, ibuku bilang, "iki ki wis jam 6, ojo mbok kira isih subuh". aku refleks liat jam. iya bener, jam 6 kurang 5 menit. untungnya lagi nggak sholat haha, jadi nggak dosa :|
Habis itu aku langsung ke ruang depan, penasaran pengen liat bentuknya halaman sekarang jadi kayak gimana. abu sama salju mirip-mirip kan tuh, kalik aja diluar jadi kayak bersalju gituuuu, macem yang di drama-drama itu.. :3 #plak.

halaman rumah jadi kayak gitu bentuknya. andai aja ada Lee Min Ho nya.............

dua foto diatas aku ambil sekitar jam 7an. noedit. mataharinya kemanaaaa~ 


nah kalo yang dua dibawah ini habis hujan, jam 5 sore. masih setebel itu coba -_-

Rabu, 16 Oktober 2013

Curhatan MaBa

ini memang pilihanku. pertama dan satu-satunya. tapi, mengapa begitu sulit menjalankannya? memang, mereka sebelumnya telah mengingatkanku untuk berpikir dua kali ketika aku memilih jalan ini. juga tentang konsekuensinya. ya, mungkin ini juga karena pikiran kanak-kanakku. yang selalu berpikir bahwa dunia selalu indah dengan pelangi yang menghias.

entah, rasanya ingin sekali menyerah, mundur dan berjalan pulang. namun bayang-bayang mereka yang tak lelah menyemangatiku serasa menghasutku untuk terus bertahan, walau untuk tetap berdiri diam saja rasanya sulit.

aku tidak menyesal memilih ini. hanya saja, aku belum siap dengan segala konsekuensinya. mungkin aku memang mampu, tapi aku belum mendapatkan 'tempat duduk' yang nyaman untuk menikmati dunia yang baru ini.
segalanya baru, teman, senior, dan yang pasti pelajarannya.

tentang teman, hahaha. mungkin hanya tawa kosong yang bisa aku berikan sebagai jawaban. bagaimanapun, ini baru satu bulan, kan? baru sepersekian yang kau temui. masih banyak yang tersembunyi disana..

mungkin kalian tertawa-tawa saat membaca tulisan ini, tapi kalian belum pernah benar-benar ada di posisiku, kan? :')

Rabu, 15 Mei 2013

ndak tau ini aku kenapa....

“Takut kalau aku membuka mata dan ternyata ini hanyalah mimpi, aku tak berani membuka mataku.” - Kang Maru

"Setiap orang memiliki kenangan yang tak dapat dihapus, tak peduli seberapa kerasnya mereka mencoba.” - Seo Eun Gi

"jika kenangan itu hilang, maka buat saja kenangan yang baru." - Choco

“Letting go of someone, and Letting go of someone, and also giving up on someone… I learned that this too was love. That it’s a bigger love than having them. And so, for this reason, I can be happy. Kang Maru taught me that." - Park Joon Ha

from Nice Guy. sayang nggak bisa nonton langsung, sayang cuma bisa baca sinopsisnya aja :(

Selasa, 07 Mei 2013

uhuk ._.

“Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta.” 

--Tere Liye, novel "Daun yang jatuh tak pernah membenci angin"

Sabtu, 20 April 2013

dari Everlasting - Tere Liye

Cinta sungguh memiliki begitu banyak pintu untuk datang. Kebanyakan dari “mata”, mungkin 90%. Sisanya dari “telinga”. Dari bacaan (membaca sesuatu darinya), dari kebersamaan, dari cerita orang lain. Dari mana saja. Lantas otak akan mengolahnya, mendefinisikannya menjadi: sayang, kagum, terpesona, dekat, cantik, ganteng, cerdas, baik, lucu, dan seterusnya. Kemudian hati akan menjadi pabrik terakhir yang menentukan: “ya” atau “tidak”. Selesai? Tidak juga, masih ada ruang buat prinsip-prinsip, pemahaman hidup, pengalaman (diri sendiri atau belajar dari pengalaman orang lain) untuk menilai apakah akan menerima kesimpulan hati atau tidak.

Ini proses cinta kebanyakan. Tetapi orang-orang yang paham, maka pintu datangnya cinta bukan sekadar dari mata atau tampilan fisik saja. Proses mereka terbalik, mulai dari memiliki prinsip-prinsip, pemahaman-pemahaman yang baik, lantas hati dan otak akan mengolahnya, baru terakhir mata, telinga dan panca indera menjadi simbolisasi cinta tersebut.

Senin, 01 April 2013

pelajar bodoh ._.

sekarang, H-14. menuju Ujian Nasional. dan, lihat sendiri, saya masih menyentuh blog ini. saya juga masih menjamah akun twitter, serta facebook yang masih hangat kusambangi. miris, memang. tapi, ya mau bagaimana lagi.. belajar kini hanya sebagai pelengkap, itu pun kalau mood benar-benar sedang di puncak atau sedang kepepet. saat kepepet pun, misalnya ada ulangan, sering ngga belajar :p hahaha. alasan bodoh yang masih saya pelihara dengan baik, yaitu : nggak punya motivasi. dan alasan ini, saat ini, H-14 MENUJU UJIAN NASIONAL, semakin menunjukkan kalau saya adalah salah satu pelajar tingkat akhir yang sangat.... mmm.. tidak mensyukuri setiap detik yang tersisa. bodoh sekali memang, iya.. tapi mau bagaimana lagi.. ._.v

Minggu, 17 Februari 2013

rumput dan mawar

rumput takkan pernah bisa menjelma menjadi sekuntum mawar, tetapi mawar dapat kehilangan pesonanya dan pada akhirnya, tak jauh berbeda dengan rumput yang biasa terinjak.


Senin, 31 Desember 2012

-

*zulfa & ami , lagi bahas mas itu*.
aku : keren ya masnya, blablabla
ami : semoga suamimu besok itu ya amin
aku : .....
ami : kok ngga diaminin?
aku : emoh, aku maunya sama dia
ami : wis to zuul, kowe ki mbok move on to. tenanan lho aku (pasang muka galak)
aku : .___. lha aku maunya sama itu kok

Kamis, 06 Desember 2012

end

satu pintaku malam ini
aku berharap, bintang yang selalu menemaniku dikala sepi itu semakin meredup,
dan akhirnya benar-benar mati
agar aku tak menelan harapku
yang dulu pernah kusandingkan disamping sinarnya
agar bintang itu menghilang dan benar2 pergi
agar aku tak perlu merasakan
pahitnya melupakan